TUGAS MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN
MATERI
KOSEP RESIKO
A.
PENGERTIAN RISIKO
Secara etimologis,
risiko berasal dari bahasa Yunani rizikon yang berarti akar. Sedangkan menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan. Banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang risiko,
diantaranya sebagai berikut:
Arthur Williams dan
Richard, M. H. : ”Risiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat
terjadi selama periode tertentu”
A.
Abas Salim : ”Risiko adalah ketidaktentuan (uncertainty) yang
mungkin melahirkan peristiwa kerugian (loss)”
Soekarto : ”Risiko
adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa”
Herman Darmawi :
”Risiko adalah probabilitas suatu hasil yang berbeda dengan yang diharapkan”.
Prof Dr.Ir.
Soemarno,M.S. : ”Suatu kondisi yang timbul karena ketidakpastian dengan
seluruh konsekuensi tidak menguntungkan yang mungkin terjadi disebut resiko”
Sri Redjeki Hartono :
”Resiko adalah suatu ketidakpastian di masa yang akan datang tentang kerugian”
Isto : “Resiko adalah bahaya yang dapat terjadiakibat sebuah proses yang
sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang”
Kata
risiko banyak dipergunakan dalam berbagai pengertian dan sudah biasa dipakai
dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Memahami konsep risiko
secara luas, akan merupakan dasar yang esensial untuk memahami konsep dan
teknik manajemen risiko. Vaughan yang diterjemahkan oleh Herman Darmawi
(1997:18) mengemukakan beberapa definisi risiko sebagai berikut:
1.
Risk is the chance of loss (risiko adalah kans kerugian). Chance
of Loss biasanya dipergunakan untuk menunjukkan suatu keadaan dimana terdapat
suatu keterbukaan terhadap kerugian atau suatu kemungkinan Kerugian. sebaliknya
jika disesuaikan dengan istilah yang dipakai dalam statistik, maka chance sering
dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi
tertentu.
2.
Risk is the possibility of loss (risiko adalah kemungkinan
kerugian). Istilah possibility berarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa
berada di antara nol dan satu. Definisi ini barangkali sangat mendekati dengan
pengertian risiko yang dipakai sehari-hari, akan tetapi definisi ini agak
longgar, tidak cocok dipakai dalam
analisis secara kuantitatif.
3.
Risk is uncertainty (risiko adalah ketidakpastian) Tampaknya
ada kesepakatan bahwa risiko berhubungan dengan ketidakpastian. Karena itulah
ada penulis yang mengatakan bahwa risiko itu sama artinya dengan
ketidakpastian.
Dari ketiga definisi di atas, dapat
disimpulkan bahwa risiko adalah sesuatu yang mengandung kemungkinan kerugian
dan juga ketidakpastian. Secara umum
risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau
perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan.
B.
KRITERIA RESIKO
Risiko
selalu dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya sesuatu yang merugikan yang
tidak diduga/tidak diharapkan. Dengan demikian risiko ini mempunyai
karakteristik :
1.
Merupakan ketidak pastian atas terjadinya suatu peristiwa
2.
Merupakan
ketidak pastian yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian.
Jadi ketidakpastian merupakan kondisi yang menyebabkan
timbulnya risiko. Kondisi ketidakpastian sendiri timbul karena berbagai
sebab, antara lain :
1.
Tenggang waktu
antara perencanaan suatu kegiatan sampai kegiatan itu berakhir, dimana makin
panjang tenggang waktunya akan makin besar ketidakpastiannya.
2.
Keterbatasan informasi yang tersedia yang diperlukan untuk
penyusunan rencana.
3.
Keterbatasan pengetahuan/kemampuan pengambilan keputusan
dari perencana.
Kriteria resiko timbul apabila
kita dihadapkan dan menentukan pilihan antara dua alternatif atau lebih,
hasilnya yang akan diperoleh tidak diketahui dan dapat dinilai secara obyektif.
Kreteria resiko mengandung potensi kegagalan dan potensi keberhasilan yang
dapat dikelompokan dalam tiga kelompok :
1.
Kelompok Resiko Rendah,
Keberhasilan yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan kegagalan, namun
usaha yang dikelola tidak ada tantangan dan wirausaha tidak mengoptimalkan
kemampuan yang dimiliki.
2.
Kelompok Resiko Sedang, Keberhasilan yang
dicapai lebih besar dibandingkan dengan kegagalan, unsur-unsur tantangan dengan
tingkat resiko selau diperhitungkan, kemampuan, pengalaman dan lain-lain
dioptimalkan.
3.
Kelompok Resiko Tinggi,
Keberhasilan yang diperoleh sangat kecil dibandingkan kegagalan atau usaha yang
digeluti lebih sering gagal dibandingkan dengan hasil.
C.
JENIS-JENIS
RISIKO
Secara garis besar risiko dapat digolongkan menjadi dua macam,
yaitu berdasarkan sumber dan sifatnya. Berikut ini akan diuraikan secara
lengkap tentang kedua penggolongan tersebut:
1.
Risiko berdasarkan Sifatnya
Risiko berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi 3, yaitu
risiko spekulitif, risiko murni, dan risiko fudendemental. Berikut adalah
penjelasanya.
a.
Risiko
Spekulatif
Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang
dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan
kerugian. Risiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko
bisnis (business risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya
disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya
menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti
ini adalah risiko spekulatif. Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang
dihadapi yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat menimbulkan kerugian. Resiko yang sengaja
ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar memberikan keuntungan bagi pihak
tertentu. Misal: utang piutang, perdagangan berjangka, dan sebagainya
b.
Risiko Murni
Risiko murni (pure risk) adalah
sesuatu yng hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan
tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila
perusahaan menderiat kebakaran,maka perusahaan tersebut akan menderita
kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian
kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada
kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu. Risiko murni adalah
sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan
tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara menghindarkan risiko murni adalah
dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. itu
sebabnya risiko murni kadang dikenal dengan istilah risiko yang dapat
diasuransikan (insurable risk). Resiko yang terjadi tanpa disengaja. Misal:
kebakaran. bencana alam, pencurian dan sebagainya.
Perbedaan utama antara risiko
spekulatif dengan risiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak,
untuk risiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk
risiko murni tidak dapat kemungkinan untung.
c.
Resiko Fundamental
Resiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan yang
menderita cukup banyak. Misal: banjir, angin topan, dan sebagainya.
|
2.
Menurut sumber / penyebab
timbulnya, risiko dapat dibedakan kedalam :
|
||||
|
D.
SIKAP POSITIF DALAM MENGHADAPI RISIKO
Berikut langkah-langkah yang perlu
Anda perhatikan, untuk mengurangi resiko.
1.
Melakukan Riset hambatan-hambatan yang akan muncul
Melakukan
riset mengenai hambatan-hambatan yang dimungkinkan muncul ditengah perjalanan
usaha. Dengan begitu dapat menyiapkan strategi sedini mungkin, untuk
mengantisipasi hambatan yang dimungkinkan ada. Misalnya saja resiko persaingan
bisnis yang dimungkinkan semakin meningkat.
2.
Memilih peluang bisnis sesuai dengan skill dan minat
Jangan
memulai usaha hanya karena ikut-ikutan trend yang ada. Dengan memulai usaha
sesuai dengan skill dan minat, setidaknya memiliki bekal pengetahuan dan
keahlian untuk mengurangi dan mengatasi segala resiko yang muncul di tengah
perjalanan. Hindari peluang usaha yang tidak dikuasai, ini dilakukan agar tidak
kesulitan dalam mengatasi segala resikonya.
3.
Mencari informasi mengenai kunci kesuksesan bisnis
Hal
tersebut bisa membantu untuk menentukan langkah-langkah apa saja yang bisa
membuat usaha berkembang, dan langkah apa saja yang tidak perlu dilakukan untuk
mengurangi munculnya resiko yang tidak diinginkan.
4.
Menyesuaikan besar modal usaha yang dimiliki dengan resiko
usaha yang diambil
Jangan terlalu memaksakan diri untuk
mengambil peluang usaha yang beresiko besar, jika modal usaha yang dimiliki
juga masih terbatas.
5.
Diperlukanya keteguhan hati yang didukung dengan kreatifitas
Dengan
keteguhan hati dalam mencapai kesuksesan serta kreatifitas untuk mengembangkan
usaha dengan ide-ide baru. Maka segala resiko yang muncul bisa diatasi dengan
baik.
6.
Cari informasi tentang prospek bisnis tersebut sebelum
mengambil sebuah resiko dan seberapa besar tingkat kebutuhan masyarakat akan
produk Anda.
7.
Semakin besar tingkat kebutuhan konsumen akan sebuah produk,
maka akan memperkecil resiko bisnis tersebut. Setidaknya resiko dalam
memasarkan produk.
Sebagai wirusaha yang
sukses dalam situasi penuh ketidak pastian dengan mempertimbangkan keberhasilan
dan kegagalan perlu diperhatikan:
1.
Daya tarik setiap alternative
2.
Seberapa besarnya kerugian yang
mampu diemban
3.
Seberapa jauh untuk dapat
meningkatkan kemungkinan keberhasilan dan dapat mengurangi kegagalan.
Adapun ciri-ciri
wirausaha saling berkaitan dengan perilaku pengambil resiko antara lain:
1.
Pengambillan resiko berkaitan
dengan kreativitas dan inovasi yang merupakan bagian penting dalam mengubah ide
menjadi realitas
2.
Pengambilan resiko berkaitan
dengan kepercayaan pada diri sendiri
3.
Pengetahuan realistik mengenai
kemampuan yang dimiliki.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar